Rabu, 16 April 2014

Car Free Day


Pada zaman sekarang ini global warming telah melanda dunia, yg menyebabkan lapisan ozon menjadi tipis. Global warming sendiri terjadi seiring berjalannya waktu karena banyaknya polusi dan efek rumah kaca yang menipiskan lapisan ozon. 
Salah satu pemicu menipisnya lapisan ozon adalah akibat polusi udara dari kendaraan bermotor. akibat dari knalpot yang dikeluarkan kendaraan bermotor seperti mobil, motor, dan kendaraan lainnya. Untuk mengatasi masalah ini berbagai aktivis lingkungan dan aktivis sosial melakukan sebuah cara untuk mengurangi polusi udara mendapat respon positif dari masyarakat yaitu car free day.
Dari sini pasti mulai timbul pertanyaan, Apasih Car Free Day itu? Saat ini istilah satu ini mungkin sedang menjadi pembicaraan yang hangat dikalangan masyarakat. Car Free Day atau yang biasa disingkat dengan CFD ini merupakan istilah keren dari hari bebaskendaraan bermotor. Kini CFD mulai diterapkan diberbagai kota di Indonesia khususnya daerah yang padat kendaraan juga padat polusi. (Jakarta, Bandung, Surabaya, Malang, Bogor,Aceh, dll )

Jadi pada saat CFD kendaraan bermotor dilarang melewati suatu kawasan tertentu, hanya pejalan kaki dan orang yang bersepeda yang dapat melewati kawasan tersebut. Hmm pasti sangat santai melewati suatu tempat tanpa ada kemacetan kendaraan dan juga polusi dari kendaraan tersebut.
Tanggal 22 September ditetapkan sebagai perayaan CFD Internasional.
Untuk apa sih CFD diadakan? Pasti pertanyaan ini banyak muncul pada benak sebagaian orang. Sebab akibat kondisi ini jalanan pasti macet dan kendaraan bermotor harus mencari jalan alternatif. Memang setiap kegiatan akan mempunya baik dan buruk tinggal kita memilih lebih besar yang baik atau lebih besar hal yang buruk. Jawabannya pasti lebih banyak kebaikan yang di hasilkan di kegatan CFD daripada komplain beberapa pengguna kendaraan bermotor yang mengeluhkan kemacetan baru.
CFD merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mengurangi tingkat polusi udara dan mendorong masyarakat menggunakan moda transportasi ramah lingkungan seperti sepeda. CFD juga bertujuan untuk mensosialisasikan kepada masyarakat untuk menurunkan ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan bermotor. Kegiatan ini biasanya didorong oleh aktivis yang bergerak dalam bidang lingkungan dan transportasi. Mengingat tingkat polusi di Kota kota besar Indonesia cukup memprihatinkan. Pada tahun 2005 Jakarta masuk peringkat 3 sebagai ibukota dunia paling polutan di dunia. Asap kendaraan bermotor menyumbang 26 persen dari total polusi yang dihasilkan di Indonesia.
Menurut data Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), setiap kali kendaraan mengeluarkan asap, sekitar 1.000 unsur beracun yang terkandung di dalamnya turut mengotori udara. Unsur-unsur beracun yang terkandung asap kendaraan seperti karbon monoksida, karbon dioksida, partikulat, ozon, timbel, dan sulfur dioksida pada akhirnya dapat menimbulkan penyakit seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Akibatnya pada tahun 2005 penderita rawat inap akibat ISPA mencapai 125 ribu orang. Lebih mengenaskan lagi, sekitar 6.000 orang meninggal akibat ISPA di tahun 2005. Oleh karena itu mari kita dukung terus program CDF ini demi bumi kita :)
Hari Bumi? 

“Apasih hari bumi itu? Emang bumi pernah dilahirin? Bumi punya ibu dong?” 
Mungkin banyak orang bertanya tanya seperti itu mengenai hari bumi. Tanpa disadari banyak manusia yang melupakan bahkan tidak mengenal akan hari ini. Padahal manusia dari lahir hingga nanti saat ia meninggal bertempat tinggal di bumi. 
Jadi, hari bumi merupakan hari tahunan di mana acara yang diadakan di seluruh dunia untuk menunjukkan dukungan bagi perlindungan lingkungan. Hari bumi jatuh pada tanggal 22 April dan peringatan hari bumi pertama kali diselenggarakan di Amerika Serikat pada tanggal 22 April 1970, atas prakarsa seorang senator. Embrio gagasan hari bumi dimulai sejak ia menyampaikan pidatonya di Seattle tahun 1969, tentang desakan untuk memasukkan isu-isu kontroversial, dalam hal ini lingkungan hidup, dalam kurikulum resmi perguruan tinggi mengikuti model “teach in” yaitu sessi kuliah tambahan yang membahas tema-tema kontroversial yang sedang hangat, khususnya tema lingkungan hidup. Ternyata masyarakat menyambut baik ide ini, sehingga gerakan lingkungan benar-benar semarak, dan timbul arus gerakan yang lebih besar dengan dicanangkannya Hari Bumi .
Jika melihat fakta yang ada, keadaan bumi kita semakin hari semakin memburuk. Hal ini dipicu oleh banyak faktor yang salah satunya yaitu muncul dari manusia itu sendiri. Dari hal – hal yang kecil saja jika terus menerus dilakukan lama kelamaan juga akan memberikan dampak yang serius. Apa balasan kita kepada bumi yang senantiasa memberi segala apa yang kita butuhkan? Dengan acuh kepadanya? Apa kita tidak malu dengan bumi kita? 
Kita seharusnya sebagai manusia harus cukup tau diri untuk senantiasa menjaga bumi ini. Masih tak perdulikah kita saat melihat berbagai bencana alam menimpa bumi kita? Banjir, tanah longsor, kebakaran hutan, dan sebagainya. 
Namun lepas dari semua itu yang paling penting adalah bagaimana manusia untuk tetap menjaga dan menyelamatkan bumi kita ini dari kehancuran dan semua itu kita lakukan tidak hanya pada Hari Bumi saja, tetapi juga setiap saat. 